Kecelakaan
yang Hampir Merenggut Nyawa Fahmi
Fahmi adalah siswa SMKN 2 Tebo yang tergolong cerdas
dan kreatif. Ia duduk di kelas XI Multimedia. Fahmi tinggal di Jalan Pahlawan
tak jauh dari tempatnya bersekolah. Fahmi merupakan putra sulung dari lima
bersaudara dan merupakan anak dari seorang pengrajin sekaligus distributor
keranjang yang terbuat dari rotan. (Orientasi)
Pada tahun 2010 silam, Fahmi mengalami kecelakaan di
Jalan WR. Soepratman sekitar pukul 22.00 WIB. Ketika itu, Fahmi diminta oleh
ayahnya untuk pergi ke rumah Pak Taan yang akan digunakan ayah Fahmi untuk
mengantarkan keranjang ke daerah Silungkang, Sumatera Barat.
Sesampainya di sana, Fahmi pun langsung menyampaikan
pesan dari ayahnya kepada Pak Taan. Mengingat hari sudah larut malam, Fahmi
bergegas pulang dengan menggunakan motor
Vixionnya dengan memacu kecepatan hingga 80 km/jam. Karena kurang berhati-hati,
Fahmi menabrak seorang pedagang asongan yang berumur kurang lebih 50 tahun.
Fahmi pun terbujur lemas di aspal, sedangkan pedagang asongan tersebut
mengalami patah tulang pada bagian paha sebelah kanannya.
Keadaan jalan pada saat itu berlubang yang terhubung
langsung dengan sebuah jurang yang ada di sebelah kiri jalan. Jurang tersebut memiliki kedalaman sekitar 15
meter dari permukaan aspal. Selain itu, penerangan di sepanjang jalan juga
sangat tidak memadai. Pada bagian kiri
dan kanan jalan hanya berhiaskan hutan dan pekebunan warga.
Saat kejadian itu, tidak ada seorang pun yang bersedia
membawanya Fahmi dan pedagang asongan tersebut ke Puskesmas atau memberikan
pertolongan pertama terlebih dahulu. Orang-orang di sana justru menganggap
Fahmi telah meninggal dunia sehingga mereka menutupi tubuhnya dengan
menggunakan koran dan daun pisang.
Beberapa saat kemudian, salah seorang tetangga Fahmi yang
bernama Doni tak sengaja melihat keramaian tersebut. Kemudian ia menghampiri
sosok yang telah terbujur lemas bersimbah darah itu. Sontak ia terkejut ketika
melihat Fahmi lah yang mengalami kecelakaan. Doni pun langsung meminta bantuan
kepada warga untuk membawa Fahmi ke Puskesmas setempat. Setelah itu, Doni
menuju ke rumah Fahmi untuk memberitahukan kabar tersebut.
Mendengar kabar itu, orang tua Fahmi pun segera menuju ke
Puskesmas. Sesampainya di sana, pihak Puskesmas sedang menangani dan
membersihkan luka Fahmi. Pihak Puskesmas
memberikan 47 jahitan pada wajah Fahmi. Pada pipi kiri Fahmi dijahit sebanyak 28
jahitan, pada kelopak mata sebelah kirinya sebanyak 8 jahitan (5 jahitan bagian
dalam dan 3 jahitan bagian luar), pangkal telinga kirinya sebanyak 7 jahitan
dan pada dagunya sebanyak 4 jahitan.
Satu jam kemudian, Fahmi tak kunjung sadar. Akhirnya
pihak Puskesmas langsung memberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Rimbo Tengah
guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Sesampainya di sana, Fahmi langsung
dibawa ke ruangan ICU dan mengalami koma selama 3 hari. Setelah itu, Fahmi
dirawat inap sampai berangsur pulih. Delapan hari kemudian, pihak rumah sakit
telah mengizinkan Fahmi untuk pulang. Namun masih harus beristirahat lebih
banyak. (Insiden)
Hikmah yang dapat kita ambil yaitu, dalam bekendara kita
seharusnya lebih berhati-hati dan tetap mengutamakan keselamatan diri sendiri
dan orang lain. Kita hendaknya senantiasa bersabar dan jangan terlalu
tergesa-gesa. Fahmi yang mulanya berniat pulang ke rumah dengan cepat, tetapi ia
mengalami kecelakaan karena sikapnya yang tergesa-gesa dan kurang berhati-hati.
(Interpretasi)
Ayo di subcribe canel saya,like and coment
contoh teks eksemplum tugas pelajar smk tunas harapan rimbo bujang, tebo-jambi
Reviewed by www.arie.com
on
Februari 15, 2019
Rating:
Reviewed by www.arie.com
on
Februari 15, 2019
Rating:
Tidak ada komentar:
berkomentarlah dengan baik dan bermanfaat